Tolonglah Diri Sendiri
Pada hakekatnya manudia dihadirkan ke bumi ini sendiri. Berjuang sendiri, mati sendiri dan dikubur sendiri. Seorang manusia harus bertanggung-jawab terhadap aktivitasnya sendiri.
Andil orang lain memang besar dalam kehidupan kita. Contohnya sikap dan perlakuan seorang ibu terhadap anak-anaknya. Manusia terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan, hingga tiba pada fase yang dinamakan “menua”. Secara fisik, pada fase ini titik maksimal pertumbuhan manusia telah tercapai.
Selama masih dalam fase belum dewasa, sudah sewajarnyah manusia banyak menggantungkan diri pada pertolongan orang lain. Ketika masih bayi, kita pernah merengek-rengek karena celana dan baju basah. Kita memohon pertolongan ibu kita, hal itu wajar karena kemampuan saat itu terbatas, hampir tidak berdaya. Makin hari dalam beberapa hal kita dapat berdiri sendiri, hingga akhirnya kita pun mampu menolong diri sendiri untuk kelangsungan hidup.
Kehidupan memang begitu kompleks dan keras. Untuk menjalaninya kita harus mempersiapkan diri. Tolonglah diri sendiri, tergantunglah hanya kepada Allah SWT. (Atep Afia) – Bandung, 7 Febriari 1987