Percaya Diri dan Membawa Diri
Percaya diri artinya memiliki keyakinan akan adanya diri yang mempunyai hak mendapat posisi, serta beraktivitas tanpa ada sesuatu yang menghambat. Membawa diri berarti kemampuan beradaptasi dengan lingkungan tanpa melepaskan karakter diri dan eksistensi diri, sebagai pribadi yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan pribadi lain. (Atep Afia) – Bandung, 13 Maret 1987
Lingkungan yang dihadapi dalam kehidupan begitu rumit dan bervariasi, maka sangat dituntut suatu rasa percaya diri yang prima, serta kemampuan membawa diri yang handal. Hingga kontrol tak pernah lepas dari langkah-langkah kita, wawasan kehidupan serta ketahanan iman kita pun tidak tergoyahkan.
Hanya orang yang memiliki rasa percaya diri yang tinggilah akan selalu dihargai dan disegani. Orang yang percaya diri akan mampu membawa diri dalam setiap kondisi. Orang yang percaya diri akan mendapat kepercayaan penuh dari orang lain. makin tinggi rasa percaya diri seseorang, maka makin tinggi pula kepercayaan dari orang lain. Sebab manusia adalah mahluk yang suka berkelompok (bermasyarakat). Dalam setiap kelompok mesti ada seorang pemimpin yang mengatur jalannya kelompok itu. Seharusnyalah pemimpin itu orang yang memiliki rasa percaya diri tinggi.
Bangunlah karakter Anda, supaya mendapatkan posisi di tengah-tengah kelompok Anda. Jika tidak ada karakter unggul yang dikedepankan, seseorang hanya jadi pelengkap. Makin hebat karakter seseorang maka makin banyak pengikutnya. Dalam setiap kelompok manusia pasti ada yang bernaluri pengelola. Modal sang pengelola atau sang pemimpin adalah percaya diri dan bisa membawa diri.